Stay informed on our news or events!

post

Manggapai Asa dengan Harapan MERDEKA

Hai teman-teman, selamat datang di situs kami (:

Bagaimana keadaannya? Sehat kan? Semoga tetap sehat ya, biar kita bisa belajar untuk

cari pengetahuan lebih dalam dan bisa cari pengalaman lebih banyak lagi. Termasuk di situs ini, saya akan sedikit menyajikan masa penjajahan dulu pada saat kolonialisme dan imperialisme.

Baik, sekarang yang teman-teman butuhkan adalah kursi atau tempat yang nyaman, dan jangan lupa bawa cemilan ya! Baca sejarah sambil ngemil tuh luar biasa. Enak pula. Tapi jangan makanannya udah duluan abis, eh ceritanya belum di baca :v . Oke, duduk baik-baik ya, selamat menjelajahi masa lalu :) (Asal jangan menjelajah masa lalu bareng dia, haha)

Tahukah teman-teman?

Sebelum datangnya penjajah ke Indonesia, saat itu hasil sumber daya alam Indonesia begitu melimpah ruah, sangat kaya dan tidak kekurangan sedikit rempah apapun. Bukan rempah-rempah saja, barang tambang dan hasil bumi lainnya tidak hanya di cari dan diminati bangsa Asia, tetapi Eropa juga!

Dan yang paling penting, harga yang ditawarkan pun terbilang mahal karena keberadaan rempah-rempah di Eropa sangat sedikit (langka), sehingga keinginan para penduduk Eropa untuk berlayar mencari rempah-rempah, terbayar sudah ketika kapalnya melintas melihat wilayah Indonesia yang begitu subur dan hijau. Dan disanalah, kedatangan bangsa Eropa ke Hindia-Belanda berawal untuk menguasai Indonesia (kolonialisme dan Imperialisme).

“Oh iya, Kolonialisme dan Imperialisme itu apa sih ka?”

Banyak dari kita yang bertanya-tanya tentang itu karena belum tahu apa arti kolonialisme dan imperialisme.

Nah, kolonialisme disini berasal dari kata Koloni, yang artinya pemukiman. Munurut istilah, kolonialisme ialah usaha untuk menguasai sebagian kekuasaan di Indonesia. Sedangkan Imperialisme, berasal dari kata “imperator” yang berarti memerintah. Menurut istilah, Imperialisme ialah suatu usaha untuk menguasai seluruh kekuasaan Indonesia. Baik dari segi wilayah atau sumber daya alam.

Bagaimana? Apa teman-teman mengerti? Ini masih permulaan lho…

Akan ada banyak cerita menarik yang mungkin belum teman-teman tahu. Penasaran? Ayo kita berjelajah lagi…..

Sejak kedatangan bangsa Eropa ke Hindia-Belanda, ternyata cukup memberikan pengaruh penting terhadap kondisi Hindia-Belanda (Indonesia) saat itu. Salah satunya dalam bidang ekonomi.

Dulu, masyarakat Indonesia diperkenalkan pada mata uang di masa kekuasaan Raffles yang kemudian menjalankan kebijakan sistem sewa tanah. Lalu, diperkenalkan juga uang kertas dan logam yang mendorong munculnya perbankan modern di Indonesia. Contohnya

‘De Javasche Bank’, bank modern di Hindia-Belanda yang muncul pertama kali dan didirikan di Batavia pada tahun 1828. Kemudian, bangkitnya kehidupan perekonomian akibat pembangunan jalan raya pos Anyer-panarukan. Keberadaan infrastruktur jalan itu di dukung oleh transportasi kereta api yang mulai berkembang pada sistem tanam paksa. Dengan adanya transportasi itu pula, sangat memudahkan rakyat Indonesia ketika ingin mengantar hasil perkebunan atau pergi dari daerah satu kedaerah yang lain.

Nah, menarik bukan?

Oh iya, apa teman-teman mengira, bangsa Eropa begitu baik kepada Indonesia karena sudah membantunya dalam perekonomian?

Mari, kita pelajari bersama-sama disini.

Rasa ingin berkorban dan ingin memerdekakan Indonesia, mulai memenuhi hasrat para pemuda-pemudi dan juga masyarakat Indonesia yang baru menyadari bahwa kedatangan bangsa Eropa tidak menimbulkan dampak baik, bahkan bisa dikatakan lebih buruk dari kata buruk. Intinya, kebaikan bangsa barat itu ternyata hanyalah ide picik untuk menjatuhkan martabat Indonesia. Contohnya saja dalam pembangunan jalan. Bangsa Eropa menumbuhkan sistem kerja rodi. Sistem yang mana sangat merugikan rakyat Indonesia. Banyak yang kelaparan, kehausan, bahkan kematian pun seakan menjadi tumbal dari pembentukan jalan itu. Padahal, mereka begitu di peras tenaga nya, sangat-sangat di kuras habis. Namun untuk memenuhi energi dari tenaga itu, mereka (Bangsa Eropa) enggan bahkan jarang sekali memberi makan para pekerja. Jika diberi makan saja tidak, jangan ditanya upah rakyat kita berapa. Karena, untuk bekerja membangun beberapa jalan di Indonesia, mereka (rakyat Indonesia) bekerja secara paksa tanpa upah.

Namanya juga Sejarah.

Cerita masalalu yang bisa dibilang tidak sempurna.

Akan tetapi, dari ketidaksempurnaan itu, kita sebagai rakyat modern sudah sebaiknya memperbaiki ketidaksempurnaan itu menjadi secercah asa, yang kemudian 'Merdeka' menjadi satu-satunya strategi untuk melepas Indonesia dari rantai belenggu penjajah. Jika

pemuda dulu saja mampu memerdekakan Indonesia? Mengapa kita tidak bisa memerdekakan sejarah yang terbilang kelam menjadi sejarah penuh warna karena keberhasilan pemuda kita dalam melepas kembali rantai penjajah yang kemudian caranya menjajah lagi Indonesia dengan cara begitu halus?

Ada banyak pembelajaran yang mungkin saya dan teman-teman dapat di artikel ini. Yang tentunya, pasti berujung hikmah atau pelajaran.

Dan dapatkah teman-teman menemukan keduanya? Ya benar sekali!

Kita jangan mudah terbodohi oleh kepintaran zaman pada saat ini.

Jika dulu, Indonesia di jajah dengan fisik, sekarang mungkin Indonesia dijajah tapi dengan cara halus.

Wah, bagaimana itu bisa terjadi?

Yap, teknologi dan adanya barang impor yang masuk ke Indonesia membuat barang-barang luar negeri begitu berkembang pesat di sini.

Misalnya saja internet, gadget, alat elektronik, dan lain-lain..

Hal itu sangat memberikan dampak positif bagi kehidupan saat ini. Namun di sisi lain, barang-barang itu juga ternyata memberikan dampak negatif jika kita tidak menggunakannya dengan bijak.

Lalu, tahukah teman-teman?

Bagaimana caranyaagar kita dapat menggunakan benda tersebut dengan bijak? Nah, salah satunya dengan belajar.

Karna dengan belajar, setidaknya kita tahu bagaimana dan apa yang harus dilakukan ketika datangnya kemodernan zaman ke negara Indonesia.

Jika dulu saja, bangsa penjajah sudah mampu membodohi kita? Bagaimana saat ini?

Nah, sebaiknya kita patut bersiaga dan hati hati.

Jangan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang menyangkut pautkan dalam kehidupan

Indonesia nantinya.

Pada intinya, mengikuti zaman boleh,asal dengan wajar. Mengikuti gaya boleh, asal dengan kecukupan .

Dan mengikuti kemodernan ini pun boleh, asal tahu tempat.

Bukankah teman teman pun tahu? Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik? Jadi, mulai saat ini, mari kita tumbuhkan rasa ‘cukup’.

Maksudnya, ‘cukup’ dalam menggunakan segala keperluan tanpa ingin terlihat rakus (lagi).

Baik, Terima kasih sudah membaca.

Buang negatif dan ambil positifnya, petik hikmahnya aja, Oke! Sampai bertemu lagi di pertemuan berikutnya teman-teman, dah…. Semoga bermanfaat :)

Artikel By: 

Rania Tri Efani Ressa, Amelia Rachma, Siti Maisyaroh, Siti Nur Anisa, Muhammad Aksal

logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo